Home / Aktivitas / Pengembangan Masyarakat / Pemetaan Partisipatif Sumber Daya Alam di Desa Cipeuteuy

Pemetaan Partisipatif Sumber Daya Alam di Desa Cipeuteuy

Jaringan Guru Halimun4

Desa Cipeuteuy

Desa Cipeuteuy masuk ke dalam wilayah kecamatanKabandungan, Kabupaten Sukabumi. Desa ini terletak diantara gunung Halimun dan Gunung Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan koridor. Sebagian besar wilayah desa ini berupa lahan pertanian padi, sayur dan palawija, serta selebihnya berupa kawasan semak belukar dan hutan yang dikelola olehTaman Nasional Gunung Halimun Salak. Kondisi desa Cipeuteuy secara  topografis berbukit-bukit dengan kemiringan yang cukup tinggi. Ditinjau dari fasilitas umum, desa Cipeuteuy masih banyak menghadapi keterbatasan saran dan prasarana fisik.

Perkiraan Jumlah penduduk desa Cipeuteuy kurang lebih sebesar 5000 jiwa dengan rata-rata 60 rumah per Rtnya. Penduduk desa ini sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani yang memanfaatkan lahan sendiri, lahan kosong milik negara dan sebagai buruh tani. Corak masyarakat tani sangat kuat di daerah ini. Hal ini nampak pada kohesivitas sosial yang tinggi dan pola kerja masyarakat yang bertumpu pada ritme usaha tani. Padi merupakan tanaman utama, dan tidak diperjual-belikan untuk orang lain karena merupakan cadangan pangan bagi masyarakat. Sedangkan untuk komoditas pertukaran maka petani di Cipetey memperjual belikan sayuran dan palawija, seperti cabe, jagung, kacang merah, kol, cesim dan buah seperti pisang.

Masyarakat desa Cipeuteuy adalah masyarakat yang secara turun temurun telah hidup berdampingan dengan hutan koridor Gunung Halimun Salak dan telah memanfaatkan berbagai sumberdaya alam yang ada di dalam dan sekitarnya.

Masyarakat Desa Cipeuteuy dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Participatory Mapping copy1Masyarakat Desa Cipeuteuy bermukim di daerah dengan kandungan sumberdaya alam dan keaneragaman hayati yang sangat tinggi. Sebagian besar penduduknya yang bekerja di sektor pertanian memanfaatkan keanekaragaman hayati tersebut untuk mendukung pengelolaan pertaniannya. Padi yang ditanam masyarakat adalah padi lokal terutama jenis Padi Terung, dengan pengelolaan produksi dan paska produksi yang masih secara tradisional. Model pertanian yang dikembangkan masyarakat menegaskan bahwa keanekaragaman hayati ternyata mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Dalam konteks pemanfaatan sumber daya alam, beberapa pihak pernah berhubungan dengan masyarakat seperti pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan beberapa lembaga swadaya masyarakat. Pemanfaatan sumberdaya hayati seperti anggrek hutan dan tumbuhan obat pernah dikembangkan oleh masyarakat dengan di fasilitasi beberapa lembaga swadaya masyarakat. Dengan membudidayakan anggrek hutan dan jenis-jenis tumbuhan obat maka masyarakat diharapkan bisa meningkatkan pendapatan sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.

Berkaitan dengan pemanfaatan bahan kayu untuk bahan bakar dan bahan bangunan, sebagian dari masyarakat desa Cipeuteuy masih mencari kayu di areal hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat mempunyai pandangan bahwa jika pengambilan kayu-kayu tersebut secara terukur dan tidak berlebihan maka tidak akan mengganggu lingkungan dan kondisi hutan.

Dari uraian diatas telihat sangat jelas bahwa masyarakat desa Cipeuteuy sangat tergantung dengan sumber daya alam yang berada di sekitar desanya. Secara umum masyarakat sudah mulai memahami pentingnya pelestarian alam lingkungan karena bagi mereka sumber daya yang ada di alam/hutan adalah gantungan hidupnya.

Pemetaan Partisipatif Sumber Daya Alam di Desa Cipeuteuy, Sukabumi.

Participatory Mapping copy3Pemetaan partisipatif sumber daya alam merupakan salah satu teknik pendekatan partisipatif di tingkat masyarakat yang digunakan secara bersama untuk memetakan sumber daya lahan di sebuah area atau desa maupun sumber daya lain yang dimanfaatkan masyarakat lokal secara adat atau secara turun temurun.

Bersama dengan Peka Indonesia, masyarakat desa Cipeuteuy melalukan pemetaan partisipatif sumber daya alam di are sekitar kampung. Tujuang dari pemetaan partisipatif ini adalah; (i) bersama masyarakat menginventarisasi sumberdaya hutan dan tempat-tempat penting bagi mereka di sekitar desa yang dimanfaatkan oleh masyarakat, (ii) membuat peta sketsa desa untuk mengetahui luas penggunaan lahan oleh masyarakat, dan (iii) membuat peta pemanfaatan sumberdaya alam dan penggunaan lahan di desa.

Dari hasil kegiatan bersama masyarakat desa Cipeuteuy tersebut, berhasil diidentifikasi antara lain; (i) kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, meliputi pertanian sawah dan ladang, mencari hasil hutan, berburu dan berkebun, (ii) hasil-hasil hutan yang banyak dimanfaatkan adalah kayu bakar, kayu , tumbuh-tumbuhan untuk obat, serta bambu, (iii) tempat-tempat yang dianggap penting bagi masyarakat, meliputi daerah pemukiman, lahan
pertanian sawah, ladang, kebun, tempat-tempat hasil hutan, dan daerah-daerah sumber air, dan (iv) informasi lain, seperti letak dan nama gunung, penutupan lahan, vegetasi dominan, kegiatan perkebunan, dan peraturan adat tentang pemanfaatan sumber daya alam yang mungkin ada.Dalam seluruh kegiatan pemetaan partisipatif, secara tidak langsung terungkap sistem-sistem pengetahuan asli yang masihParticipatory Mapping copy4 ditaati dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumber daya alam, serta pranata-pranata sosial yang mendukungnya.

Hasil dari pemetaan patrisipatif tersebut sangat penting dan menjadi bagian strategis dalam kerangka upaya mempertegas hak-hak pemanfaatan dan pengelolaan masyarakat atas sumber daya alamnya, baik lahan pertanian maupun hutan dan seluruh isinya. Manfaat lain yang muncul secara tidak langsung dari pendekatan partisipatif adalah bertumbuhnya kesadaran di kalangan masyarakat lokal akan pentingnya penguatan lembaga-lembaga lokal setempat yang mengelola sumber daya alam, pentingnya pendokumentasi dan penyebaran sistem pengetahuan lokal mengenai pengelolaan  sumber daya alam, serta meningkatnya posisi tawar masyarakat dalam penyelesaian konflik dengan pihak luar.

Check Also

Workshop Tata Kelola Kawasan Hutan Lestari

Di penghujung tahun 2016, PEKA Indonesia mengadakan Workshop Tata Kelola Kawasan Hutan Lestari 3 Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *