Home / Aktivitas / Tata Kelola Hutan Koridor : Ketidakpastian yang Menimbulkan Kebingungan

Tata Kelola Hutan Koridor : Ketidakpastian yang Menimbulkan Kebingungan

Yang mengelola hutan koridor telah mengalami perubahan dari dulu dikelola oleh Perhutani sekarang diserahkan kepada Taman Nasional Gunung Halimun Salak, berdasarkan SK MenHut No. 175/Kpts-II/ 2003. Walaupun yang mengelola berganti, namun situasi hutan tetap sama saja. Kerusakan masih terus berjalan, dan yang paling penting tidak ada kejelasan posisi masyarakat.

Masyarakat seringkali ditempatkan pada pihak yang paling akhir menerima informasi dan yang paling lemah dalam mengambil keputusan dan juga paling tidak kompak sikapnya terhadap pengelolaan hutan. Beberapa kalangan masyarakat menanggapi perubahan ini dengan pandangan yang beragam. Ada yang merasa takut, ada yang merasa terancam dan  ada yang bingung dan bahkan ada yang cuek. Padahal hal ini tidak perlu ditakuti kalau masyarakat mempunyai kejelasan informasi serta secara kompak mampu menentukan posisi yang tepat terhadap pengelolaan hutan koridor.

Kalaupun dijadikan taman nasional, bukan berarti masyarakat dikesampingkan. Bukan berarti masyarakat tidak bisa lagi ikut memanfaatkan potensi  hutan untuk kehidupannya. Pengelolaan hutan itu harus mempunyai prinsip dasar hutan lestari, masyarakat sejahtera. Tidak bisa hutan lestari saja, tapi masyarakat miskin atau masyarakat sejahtera tapi hutan rusak. Harus dua duanya sebagai satu kesatuan.

Check Also

Trailer Kegiatan Konsorsium PEKA Indonesia

Film dokumenter adalah salah satu produk pengetahuan proyek MCA-I yang dilaksanakan oleh Konsorsium PEKA Indonesia. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *