Home / Aktivitas / Pengembangan Masyarakat / Upaya pelestarian hutan koridor Gunung Halimun Salak dan keterlibatan masyarakat lokal

Upaya pelestarian hutan koridor Gunung Halimun Salak dan keterlibatan masyarakat lokal

Pemerintah melalui Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak terus melakukan upaya untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi TNGHS ini melalui program-program pemantapan kawasan (tertuang dalam rancangan rencana pengelolaan TNGHS 2007-2026 oleh BTNGHS) serta berupaya untuk meningkatkan kapasitas staff TN dalam memfasilitasi berbagai pihak dalam upaya melestarikan kawasan konservasi , terutama memfasilitasi masyarakat lokal. Selain pihak BTNGHS, terdapat beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang intens
mendampingi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan hutan koridor untuk berperan aktif dalam pelestarian hutan dan pengelolaan sumberdaya alam secara arif, bijaksana dan lestari. Peka Indonesia merupakan salah satu LSM yang telah menjalin hubungan erat dengan masyarakat setempat dan pihak BTNGHS. Di salah satu desa yang terletak di sekitar kawasan hutan koridor yaitu Desa Cipeuteuy, terdapat kelembagaan masyarakat lokal berupa Jaringan Masyarakat Hutan Koridor yang terdiri dari 10 kampung (JARMASKOR) yang secara aktif ikut terlibat dalam upaya pelestarian kawasan hutan koridor Gunung Salak Halimun dan peningkatan penghidupan masyarakat.

Restorasi di kawasan hutan koridor Taman Nasional Gunung Halimun Salak perlu mempertimbangkan aspek ekologis dan penghidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan koridor. Pihak Balai TNGHS berencana untuk mendesign dan mengembangkan zona khusus di dalam kawasan taman nasional yang memungkinkan akses kepada masyarakat diberikan melalui penanaman berbagai jenis tanaman asli yang bermanfaat serta tanaman berguna seperti tanaman obat, palawija dan tanaman sela. Dengan adanya akses masyarakat ke zona khusus ini, diharapakan masyarakat mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan sumberdaya alam yang ada di kawasan TNGHS dan sekaligus ikut terlibat dalam upaya restorasi dan menjaga kelestariannya.

Check Also

Workshop Tata Kelola Kawasan Hutan Lestari

Di penghujung tahun 2016, PEKA Indonesia mengadakan Workshop Tata Kelola Kawasan Hutan Lestari 3 Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *