Home / Aktivitas / Bertanam Lada di Bebatuan Karst

Bertanam Lada di Bebatuan Karst

Pak Kisman adalah pemilik kebun lada di wilayah desa Biduk-biduk, kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Berawal dari rasa ingiin tahunya terhadap tanaman merambat yang dia temukan di dalam hutan, Pak Kisman terus memetik tanaman tersebut dan menanamnya. Pada saat itu, Pak Kisman menduga itu adalah tanaman lada. Namun, untuk memastikan, Pak Kisman menanamnya sampai berbuah. Setelah diketahui bahwa tanaman tersebut adalah lada, maka mulailah Pak Kisman membuka hutan dan membudidayakan lada. Saat ini, Pak Kisman merupakan petani lada yang dikenal sukses di desanya.

a

Lada yang sedang dijemur

Kebun lada Pak Kisman berada di dalam hutan di tepi danau. Untuk mencapai tempat ini, diperlukan kurang lebih 1 jam berjalan kaki menyusuri hutan. Kebun ini juga terdapat di tepi danau, sehingga bisa dijangkau dengan perahu. Namun, perahu hanya dapat mencapai kebun pada saat air laut pasang. Untuk mengairi kebun ini, Pak Kisman menggunakan pompa air dengan menggunakan generator untuk menyalurkan air danau ke kebun. Sehingga tanaman mendapat air yang cukup walaupun tidak turun hujan. Tanaman lada tumbuh subur di kebun ini. Dalam 2 tahun, Pak Kisman sudah dapat menikmati panen lada.

Setelah dipanen, biji lada dijemur selama 3-5 hari terlebih dahulu. Kemudian biji tersebut dibersihkan dan dibawa ke Tanjung Redep untuk dijual. Dalam bertanam lada, Pak Kisman menemui beberapa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya cendawan yang menutupi batang dan buah. Tanaman lada yang ditumbuhi oleh cendawan ini menjadi hitam dan kering. Diduga cendawan ini berasal dari tiang yang digunakan sebagai rambatan. Berdasarkan dugaan itulah, Pak Kisman mulai mencoba mengganti tiang rambatan dengan pohon gamal. Hasilnya, tanaman lada yang ditanam menggunakan pohon gamal sebagai rambatan dapat tumbuh dan menghasilkan sama seperti tanaman yang menggunakan tiang rambatan. Mengganti tiang rambatan menjadi pohon gamal juga merupakan satu terobosan untuk melakukan penghijauan di area hutan yang telah dibuka ini.

bTanaman lada pada pohon gamal

Tekat dan semangat Pak Kisman untuk menana lada di tempat ini menjadi inspirasi bagi penduduk di desa ini. Beberapa petani yang menanam tanaman kayu seperti pohon jati mulai tertarik untuk membudidayakan lada. Walaupun pada awalnya banyak yang meragukan ide Pak Kisman untuk menanam lada di tempat ini, namun sekarang Pak Kisman telah dapat membuktikan bahwa apa yang dia yakini benar. Ini dapat menjadi mata pencaharian alternatif bagi penduduk desa yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan (Dk).

Check Also

DUTA DUNIA SERANGGA – Pameran Koleksi Museum Serangga dan Taman Kupu TMII

Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia Museum Serangga dan Taman Kupu TMII menyelenggarakan Pameran Koleksi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *