Home / Aktivitas / Belajar tanpa Surat Pindah

Belajar tanpa Surat Pindah

belajar bersama

Belajar bersama

Pendidikan dasar 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia bertahun-tahun yang lalu tampaknya mengalami kendala di wilayah Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di daerah yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan ini, tidak semua anak dapat bersekolah. Masih ditemukan anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis di usia sekolah. Beberapa dari mereka sibuk bermain di rumah ketika teman-teman sebaya mereka belajar di sekolah. Salah satu masalah yang dihadapi adalah masalah administrasi seperti surat pindah. Sebagian besar penduduk di daerah ini merupakan pendatang dari Makassar yaitu suku Bugis. Mereka berlayar melewati laut Sulawesi membawa keluarga mereka dan mendarat di tempat ini. Kemudian mulai membangun rumah dan menetap di tempat ini. Ketika mereka akan mendaftarkan anak-anak mereka ke Sekolah, tentu saja pihak sekolah meminta Surat pindah dari sekolah sebelumnya. Besarnya biaya dan waktu yang diperlukan untuk kembali ke tempat asal meminta surat pindah dari sekolah sebelumnya menyebabkan beberapa orang tua memilih untuk membiarkan anak-anak mereka tidak bersekolah.

Peralatan belajar

Peralatan belajar

Belajar bersama adalah konsep yang sedang dijalankan oleh Mas Setyo, Mas Yudhis dan Mbak Sri, staff PEKA Indonesia untuk program TFCA 2 Kalimantan di tempat ini. Dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada, Mas Setyo dan kawan-kawan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang bermain di sekitar PIN (Pusat Informasi Nelayan) untuk belajar membaca, menulis dan menggambar. Selain itu kegiatan pendidikan lingkungan seperti menanam dalam pot, dan pendidikan moral seperti membuang sampah pada tempatnya, memberi salam dan berpamitan juga diajarkan bagi anak-anak di sekitar tempat ini. Sehingga,keberadaan PEKA Indonesia di tempat ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa namun juga oleh anak-anak.

Hasil kreasi anak-anak

Hasil kreasi anak-anak

Anak-anak sangat antusias dengan cerita maupun pelajaran baru yang dibagikan. Beberapa anak yang tidak sekolah juga ikut belajar bersama dengan anak-anak yang bersekolah. Dengan spidol warna-warni mereka menggambar apa yang mereka sukai di atas kertas yang tersedia dan menempelkannya di dinding. Walaupun tidak termasuk dalam program PEKA Indonesia, kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, dukungan berupa buku dan alat tulis bagi anak-anak merupakan hal yang masih perlu disediakan dalam kegiatan ini. Sehingga anak-anak di tempat ini dapat terus belajar tanpa harus membawa surat pindah (Dk).

Check Also

Buletin Biduk Putih #1

Berikut adalah Buletin kegiatan program yang dilaksanakan oleh konsorsium Yayasan PEKA Indonesia, Yayasan Lamin Segawi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *