Home / Aktivitas / MCA-Indonesia Siapkan Antisipasi Dampak Pembangunan PLTS

MCA-Indonesia Siapkan Antisipasi Dampak Pembangunan PLTS

Yayasan PEKA Indonesia dalam melaksanakan program menggandeng Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia), lembaga wali amanat yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia sebagai pelaksana program Compact.

Dalam menjalankan program, MCA-Indonesia selalu berusaha memaksimalkan manfaat lingkungan dan sosial serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Sehingga program yang akan dijalankan di Kecamatan Batu Putih dan Biduk-Biduk harus sejalan dengan Kerangka Kerja Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (ESMS) Compact  dan program kemakmuran hijau—sebuah tindakan pengamanan lingkungan dan sosial yang dikembangkan berdasarkan hukum dan peraturan pemerintah Indonesia, pedoman lingkungan hidup dan kebijakan gender Millennium Challenge Corporation (MCC) dan standar kinerja International Finance Corporation (IFC).

Langkah pertama yang diambil adalah dengan melakukan kajian lingkungan untuk mengidentifikasi kondisi fisik, potensi, dan pemanfaatan lingkungan oleh masyarakat sekitar. Dari hasil kajian lingkungan yang dilakukan di dua kecamatan tersebut hasilnya tidak jauh berbeda. Keadaan topografi Kecamatan Biduk-Biduk dan Batu Putih bervariasi berdasarkan bentuk relief, kemiringan lereng, dan ketinggian dari permukaan laut. Wilayah daratannya tidak terlepas dari gugusan perbukitan yang terhampar di seluruh kecamatan. Berbagai jenis tipe hutan, seperti dipterocarp, bakau, rawa dan gambut dijumpai di sepanjang pesisir.

SDA yang termanfaatkan secara baik di kedua kecamatan tersebut adalah sumber air bersih dan kayu yang diperoleh dari hutan untuk pembuatan konstruksi rumah dan kapal nelayan. Batuan karst juga dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan dan penahan ombak.

Program yang akan dilakukan di Kecamatan Batu Putih dan Biduk-Biduk dapat menimbulkan kerusakan bagi lingkungan. Instalasi PLTS yang dibangun menghasilkan residu berupa limbah hasil pendinginan mesin dan zat kimia yang ada di dalamnya. Dampak ini bisa dihindari dengan membuat bak penampungan air hasil pendinginan dan menanam tanaman yang menyerap polutan dan racing seperti Peace Lili (Spathiphyllum clevelandii), Palm Kuning (Chrysalidocarpus lutescens), Lidah Mertua (Sansiviera), dan Gerbera (Gerbera jamesonii) di sekitar bak penampungan.

Bak penampungan juga dibangun dengan sistem penyaringan yang baik agar residu dapat tersaring dan terserap dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif.

Dampak lainnya bagi lingkungan akibat adanya instalasi ini adalah perluasan pembukaan lahan akibat meningkatnya kesejahteraan penduduk dan bertambahnya populasi penduduk. Berkembangnya usaha kecil setelah mendapatkan bantuan suplai energi dari PLTS juga akan menambah jumlah limbah yang dihasilkan, seperti limbah kemasan, hasil produksi dan sampan lainnya. MCA-Indonesia telah mempersiapkan landah antisipasi untuk menghadapi masalah ini, dengan membuat penampungan limbah hasil produksi, kemasan ramah lingkungan dan memberikan penyuluhan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan.

Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan ekologis dari kawasan tersebut secara rinci sebagai berikut: Pembuatan bak penampungan air untuk limbah pendinginan alat PLTS; Pembuatan tempat penampungan limbah hasil produksi; Penanaman tanaman penyerap racun dari polutan; Penyuluhan masyarakat untuk sadar kebersihan dan menjaga lingkungan; Melakukan validasi tata dan batas kawasan di tiap kampung dan kecamatan; dan Melakukan survei stok karbon yang ada di kedua kecamatan (Red-BP).

Check Also

Penutupan Pendaftaran Lelang Terbuka PLTS

Terima kasih kepada lembaga yang telah mengirimkan surat pernyataan minat dan company profile kepada email ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *