Home / Publikasi / Lembar Informasi / Serangga Untuk Dimakan? (Insect for Food?)

Serangga Untuk Dimakan? (Insect for Food?)

Serangga biasanya dihubungkan dengan kotoran, hama dan penyakit. Namun di beberapa tempat, mengkonsumsi serangga merupakan tradisi dari generasi ke generasi. Nonaka (2009) menulis, di Jepang, Asia tenggara dan Asia bagian utara serangga secara umum dikonsumsi sebagai sumber protein dan untuk kesehatan. Laporan BBC (2013) menunjukkan bahwa di Thailand, serangga juga menjadi kudapan favorit bagi dewasa dan anak anak. Di Indonesia, serangga juga dikonsumsi sebagai kudapan di Pulau Jawa, Sumatera dan Papua. Belalang, rayap, larva lebah dan larva kumbang adalah beberapa serangga yang biasa dimakan di Indonesia.

Kegiatan memakan serangga biasa disebut entomophagy. Kata ini berasal dari Yunani Kuno ‘entomos’ yang berarti serangga dan ‘faguein’ yang berarti memakan. Dalam laporan Jongema (2015) mengenai daftar makanan serangga di seluruh dunia menyebutkan terdapat hampir dua ribu spesies yang tergolong sebagai serangga yang dapat dimakan di dunia. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai macam ordo serangga. Dalam laporan FAO (2013) disebutkan bahwa serangga mengandung mineral dan protein bermanfaat. Beberapa manfaat memakan serangga adalah:

  1. Sumber Protein dan Asam Lemak
  2. Sumber serat dan Mineral

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perbanyakan serangga memerlukan tempat dan sumber daya yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan memeliharan sapi ataupun unggas. Ini hanya memerlukan ruangan yang lebih sedikit, sedikit air dan sedikit makanan. Dengan kata lain, memelihara serangga lebih efisien daripada beternak sapi maupun unggas. Seiring dengan pertambahan populasi manusia, review tantang entomophagy pun turut berkembang. Di masa yang akan datang, mengkonsumsi serangga akan menjadi hal biasa. Itulah sebabnya mengapa serangga sering sebut sebagai “Makanan bagi masa depan”. Jadi, mau mencicip belalang bakar? (Dk).

Insect usually related with dirt, pest and diseases.  But in several place, eating insect is a tradition from generation to generation. Nonaka (2009) wrote, in Japan, Southeast Asia and Southern Africa insect is commonly eaten for its protein and health. BBC reports (2013) showed that In Thailand, insect also become common favorite snack for adult and children. In Indonesia, insect also be consumed for snack in Java, Sumatera and Papua island. Grasshopper, termites, bee larvas and beetle larvas are some edible insect in Indonesia.

Eating insect used to call entomophagy. Its from Ancient Greek words ‘entomos’ means insect and ‘faguein’ means to eat.  In Jongema’s report (2015) about world list of edible insects, there are almost 2 thousand species that classified as edible insect in the world. That amount is from various orders in class insecta. In FAO reports (2013) mentioned that insect contain of beneficial minerals and proteins. The benefit of eating insect are:

  1. Source of Protein and Fatty Acid
  2. Source of fiber and mineral

Some research showed rearing insect only require few place and resources than raising cattle or hens. Its only takes small area, small amount of water and food. In other words, that rearing insect is more efficient than raising cattle or other livestock. As the growth of human population, the reviews of entomophagy is growing. In a future, eating insect will be common. That is why in the promotion usually called “Food for the Future”. So, wanna taste some baked grasshoppers? (Dk.) 

 

Check Also

Mayflies

Salah satu serangga yang cantik di dunia (Dk). One of the beautiful insect in the …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *