Home / Publikasi / PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGAN BAKTERI WOLBACHIA

PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGAN BAKTERI WOLBACHIA

Demam berdarah merupakan salah satu wabah penyakit yang menjadi perhatian masyarakat di Indonesia ketika musim hujan tiba. Karena wabah penyakit ini dapat menyebabkan kematian kepada penderitanya apabila tidak ada penanganan medis yang serius. Menurut Depkes RI (2005) penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk betina Aides Aigepthy dan Aides Albopictus.

Aides Aigepthy

Pencegahan penyakit ini terus dilakukan oleh dinas kesehatan daerah dengan cara sosialisasi kebersihan lingkungan dan pengasapan (fogging). Akan tetapi, hal tersebut dinilai kurang efektif karena, pengasapan dapat menimbulkan gangguan pernafasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, asap fogging mengandung zat beracun dari insektisida yang digunakan sehingga menyebabkan kerusakan ekosistem seperti populasi jenis serangga penyerbuk menurun kemudian berdampak terhadap menurunnya produktifitas hasil pertanian.

Teknologi baru pencegahan wabah demam berdarah yang saat ini dikembangkan adalah menggunakan bakteri Wolbachia. Menurut Werren, Baldo, dan Clarke (2008), Wolbachia merupakan bakteri yang dapat memanipulasi sistem reproduksi dari nyamuk dan menghambat penularan virus demam berdarah. Selain itu, bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia dan hewan lain.

Telur hasil perkawinan nyamuk normal dan nyamuk ber-Wolbachia (Sumber : World Mosquito Program)

Menurut World Mosquito Program (2012) bakteri Wolbachia dapat menekan penyebaran virus demam berdarah pada manusia, karena bakteri ini bersaing dengan virus dalam memperoleh nutrisi di dalam tubuh nyamuk, sehingga virus tersebut tidak dapat berkembang dengan baik. Ketika nyamuk yang membawa virus demam berdarah dan Wolbachia menyerang manusia, maka virus tersebut tidak dapat ditularkan karena bakteri tersebut menghambat virus untuk keluar dari tubuh nyamuk.

Bakteri Wolbachia menghentikan penularan virus demam berdarah (Sumber : World Mosquito Program)

Penggunaan teknologi tersebut sudah dilaksanakan di negara Australia, Vietnam, Brazil, Kolombia dan Indonesia. Menurut World Mosquito Program (2011) Australia menjadi negara pertama pelepasan nyamuk ber-Wolbachia. Hasilnya, pada tahun 2014 sebagian besar nyamuk di daerah Townsville (Australia) telah membawa bakteri Wolbachia.

Data populasi nyamuk Wolbachia tahun 2011-2015 di Townsville, Australia (Sumber : World Mosquito Program)

Berdasarkan data dari Queensland Health Notifiable Conditions Systems (NOCS) kasus demam berdarah selalu menurun setiap tahun setelah pelepasan nyamuk Wolbachia.

Data kasus penyakit demam berdarah di Queensland, Australia (Sumber :
Queensland Health Notifiable Conditions Systems)

Indonesia merupakan negara kedua dalam penggunaan teknologi ini. Fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Tahija Foundation dalam Eliminate Dengue Project (EDP) akan menggunakan teknologi ini di daerah Sleman dan Bantul yang merupakan salah satu daerah yang sering terjadi wabah demam berdarah. Kedepannya diharapkan teknologi ini dapat diterapkan pada seluruh wilayah Indonesia. (DOP)

Check Also

Mayflies

Salah satu serangga yang cantik di dunia (Dk). One of the beautiful insect in the …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *