Home / Aktivitas / Urun Rembug Desa: Success Story Kegiatan Desa

Urun Rembug Desa: Success Story Kegiatan Desa

Urun Rembug Desa merupakan kegiatan yang diadakan atas kerjasama Uni Eropa, Search for Common Ground (SfCG), Forum Civil Society Organization (Forum CSO) dan Perkumpulan IDEA yang berkegiatan di Propinsi Bali dan Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari penuh pada tanggal 26 Agustus 2019 di Ayana Hotel Jakarta ini dihadiri oleh Mr. Charles-Michel Geurts selaku Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa, Bp. Hasrul Edyar S.Sos, M.AP selaku Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Bp. Teguh Nugroho selaku Kepala Ombudsman Jakarta Raya. Dalam kegiatan ini dilaksanakan diskusi dan sharing mengenai keberhasilan kegiatan di desa menyangkut tentang Perencanaan dan Penganggaran Desa yang Sensitive Gender. Talkshow yang dimoderatori oleh Bahrul Wijaksana dari SfCG ini mengangkat 2 tema besar yaitu Mempromosikan Konsep Kohesi Sosial dan Desa Damai dan Mempromosikan Desa Inklusif dan Partisipatif. Kedua tema ini diulas oleh para nasumber berpengalaman dan turut andil dalam pengembangan masyaraat di desa. Banyak pertanyaan dan sharing yang di sampaikan oleh narasumber dan peserta terkait kedua tema tersebut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan oleh Forum CSO di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tabanan Bali. Sejak bulan Desember 2018, forum CSO bekerjasama dengan Search for common Ground dan unsur pemerintahan serta lembaga lokal yang berkegiatan di desa untuk bersama sama mendorong terwujudnya Perencanaan dan Penganggaran Desa yang Sensitive Gender dan Inklusi. CSO yang tergabung dalam forum CSO ini kemudian melatih actor di Desa untuk dapat menjadi Community Organizer (CO) dalam kegiatan di Desa masing masing.

Sebanyak 54 CO, dan 18 CSO lokal di Kabupaten Bogor (Jawa Barat) dan Kabupaten Tabanan (Bali) turut serta memeriahkan acara ini dengan membuka stand di luar ruangan. Stand tersebut berisi bahan bahan olahan dan kerajian hasil kegiatan kelompok di desa. Yayasan PEKA Indonesia sebagai CSO yang juga mendampingi CO di desa Bojong Gede dan Kedung Waringin turut hadir dan memeriahkan acara tersebut. Sebanyak 3 orang anggota tim PEKA Indonesia yang mendampingi kegiatan ini sejak awal beserta 6 orang CO dari desa dampingan turut membuka stand bertema ramah lingkungan yang berisi bahan hasil kerajinan produksi bank sampah di desa Bojonggede dan Kedungwaringin. Dalam kegiatan ini, stand peka merupakan stand yang paling diminati oleh peserta yang hadir. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan para CO mengenai praktik baik kegiatan di desa dan dapat diadopsi untuk bisa bersama sama memajukan dan membentuk desa damai dengan memperhatikan perencanaan dan penganggaran yang sensitive gender dan inklusi (DkWwd).

Check Also

DUTA DUNIA SERANGGA – LOMBA MEWARNAI HUT TMII KE-44

Memperingati ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah yang ke-44, Yayasan PEKA Indonesia bersama Taman Mini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *