Home / Artikel / Mengenal Kupu Kupu Beracun (1)

Mengenal Kupu Kupu Beracun (1)

Kupu-kupu merupakan serangga dari Ordo Lepidoptera yang banyak disukai karena memiliki sayap mempesona nan elok, kepakan sayapnya yang indah saat ia mencari makan ditanaman berbunga membuat siapapun yang melihatnya pasti terpukau. Namun pada beberapa jenis kupu-kupu selain memiliki rupa sayap yang indah terdapat sebuah bahaya bagi para pemangsanya. Ya, bahaya akan racun yang terkandung di dalam tubuhnya. Dari sekian berbagai jenis kupu-kupu yang ada di dunia ini, terdapat beberapa jenis kupu-kupu yang beracun bagi predator, diantaranya seperti kupu-kupu Troides helena, Pachliopta aristolochiae, Danaus chrysippus dan Cethosia hypsea.

Kupu-kupu sayap burung helen / The birdwing helen(Troides helena)

Kupu-kupu ini pertama kali di deskripsikan oleh C. Linnaeus pada tahun 1758. Memiliki ukuran yang besar dengan bentang sayapnya berkisar antara 13-17 cm dan memiliki pola warna sayap hitam dengan kombinasi kuning keemasan disertai petak putih. Penamaan jenis kupu-kupu ini diambil dari mitologi yunani, yakni Helen ia adalah putri dewa Zeus. Kupu-kupu ini termasuk jenis yang dilindungi oleh pemerintah indonesia dan terdaftar pada Appendix II dalam CITES.

Penyebaran kupu-kupu ini di indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa tenggara barat, Kalimantan dan Sulawesi. Habitat kupu-kupu ini berada di hutan sekunder pada ketinggian 1000 mdpl. Banyak penangkaran kupu-kupu yang telah mengembangbiakan jenis kupu-kupu ini salah satunya di taman kupu-kupu Museum Serangga dan Taman Kupu TMII. Kupu-kupu ini termasuk jenis yang beracun bagi predator, racun yang dimilikinya berasal dari kandungan senyawa beracun tanaman inang yang dimakannya ketika dalam tahap ulat (larva). Salah satunya adalah sirih hutan (Aristolochia tagala) tanaman ini memiliki senyawa asam aristolochic yang bersifat nefrotoksik, yang menyebabkan fibrosis interstitial dan atrofi tubular. Senyawa ini memiliki efek genotoksik dan karsinogenik, yang terkait dengan pembentukan asam amino dengan asam aristolochic.

Tanaman sirih hutan (Aristolochia tagala)

Kupu-kupu ekor walet rose / The rose swallowtail(Pachliopta aristolochiae)


Pachliopta aristolochiae sedang menghisap nectar bunga

Kupu-kupu ini memiliki ukuran sedang dan memiliki pola warna sayap hitam dengan kombinasi bercak merah dan  putih serta memiliki keunikan berupa ekor pada sayap bagian belakangnya yang merupakan perpanjangan dari sayap belakang. Kupu-kupu ini dijadikan tiruan (model) oleh kupu-kupu jenis lain yang menirunya (mimikri) sebagai upaya perlindungan diri agar dikira kupu-kupu beracun oleh predator, salah satu jenis kupu-kupu yang meniru kupu-kupu ini adalah kupu-kupu (Papilio polytes) betina.

Penyebaran kupu-kupu ini di indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa tenggara, dan Kalimantan. Habitat kupu-kupu ini berada di hutan sekunder dan perkebunan pada ketinggian 900 mdpl. Banyak penangkaran kupu-kupu yang telah mengembangbiakan jenis kupu-kupu ini salah satunya di taman kupu-kupu Museum Serangga dan Taman Kupu TMII. Kupu-kupu ini termasuk jenis yang beracun bagi predator, racun yang dimilikinya sama seperti kupu-kupu (Troides helena)yang berasal saat kupu-kupu ini masih dalam tahap ulat (larva) yang memakan tanaman inang atau pakannya yang mengandung senyawa beracun, yakni salah satunya (Aristolochia tagala) yang memiliki senyawa asam aristolochic (Utan).

Check Also

Mengenal Kupu Kupu Beracun (2)

Untuk melindungi diri, beberapa kupu kupu diketahui menghasilkan zat beracun. Beberapa kupu kupu tersebut adalah: …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *