Home / Artikel / Tonggeret / Cicadas

Tonggeret / Cicadas

“ Penyayi bising nan romantis yang berumur panjang

Tonggeret biasa disebut pula cicadas adalah serangga yang termasuk dari kelompok kepik (Hemiptera) subkelompok (Homoptera) memiliki bentuk tubuh oval menggembung dengan warna tubuh bervariasi seperti cokelat, hijau, hitam hingga kemerahan dan memiliki mulut penusuk penghisap serta sungut (antena) seperti duri halus. Tonggeret memiliki beberapa julukan nama lokal di Indonesia diantaranya seperti cengreret (Sunda), garengpung (Jawa), sinayu (Bali), nyenyeng (Makasar), dan rie-rie (Manado). Tonggeret termasuk salah satu jenis serangga yang menghasilkan suara dan suara yang dimilikinya sangatlah bising bahkan dalam jumlah “individu” yang banyak kebisingannya dapat memekakan telinga manusia. Suara yang dihasilkan oleh tonggeret berasal dari organ tubuh khusus yang dimilikinya bernama “tymbal”. Organ tubuh penghasil suara ini hanya dimiliki oleh tonggeret jantan yang terletak diantara dada (thorax) dan perut (abdomen) berbentuk membran melingkar bergerigi. Membran ini akan digerakan oleh otot-otot dalam sehingga menekuk kedalam dan menghasilkan suara yang begitu nyaring dan setiap jenis tonggeret memiliki “intonasi” nada yang berbeda-beda ada yang bernada rendah, datar, hingga tinggi namun tetap dengan pengulangan nada yang sama (monotone).

Sepasang tonggeret sedang mating (kawin)

Fungsi dari suara yang dihasilkan oleh tonggeret jantan ini adalah untuk menarik perhatian tonggeret betina agar mau melakukan perkawinan dengannya. Masing-masing jenis tonggeret memiliki “intonasi” nada yang khas yang berfungsi sebagai pemberi sinyal kepada lawan jenisnya yang sejenis serta membedakan dengan jenis tonggeret lainnya agar tidak terjadi kesalahan dalam berpasangan. Ritual perkawinan tonggeret yang diiringi suara bising ini biasa dijadikan sebuah mitos oleh sebagian masyarakat bahwa akan berakhirnya musim penghujan, namun pada kenyataannya ritual perkawinan tonggeret ini akan tetap terjadi meskipun pada musim kemarau. Selain berfungsi untuk menarik perhatian pasangannya, suara bising yang dihasilkan oleh tonggeret berfungsi pula untuk menakut-nakuti para pemangsa (predator) agar tidak memangsanya.

Ilustrasi Metamorfosis Tonggeret

Setelah masa perkawinan tonggeret usai, tonggeret betina akan meletakan telur-telurnya melalui organ penyalur telur (ovipositor) dengan membuat celah pada batang pohon kemudian tonggeret betina tersebut perlahan akan mati. Ketika “nimfa” tonggeret telah menetas dari telurnya, maka “nimfa” tersebut akan jatuh ke tanah dan masuk kedalamnya dengan menggali tanah tersebut menggunakan tungkai depannya yang pipih bergerigi. Setelah di dalam tanah “nimfa” tonggeret akan membuat lubang-lubang kecil dan mengubur dirinya hidup selama satu tahun atau beberapa tahun lamanya sebagaimana judul dalam artikel ini. Selama di dalam tanah “nimfa” tonggeret akan memakan sari pati atau getah pada akar tanaman dengan cara menghisapnya maka itu tonggeret dijuluki pula “vampir” pohon sebab cara makan mereka yang menghisap. “Nimfa” tonggeret memiliki tubuh berwarna putih pucat mirip seperti rayap atau semut kecil berwarna putih susu dan lembut, mereka akan melakukan beberapa kali pergantian kulit (molting) hingga pada akhirnya menjadi tonggeret muda yang berwarna cokelat dengan ukuran sayap yang relatif kecil kemudian akan muncul kepermukaan tanah dan memanjat pohon serta berubah menjadi tonggeret dewasa (imago).

Jenis tonggeret musiman (atas), Jenis tonggeret tahunan (Bawah)_

Nimfa” tonggeret dapat hidup selama beberapa tahun lamanya di dalam tanah dan setiap jenis tonggeret memiliki tipe tersendiri berdasarkan perilaku lama hidupnya (siklus) di dalam tanah. Diketahui terbagi menjadi tiga tipe perilaku lama hidup “nimfa” tonggeret di dalam tanah. Pertama adalah tipe jenis tonggeret tahunan (annual cicada) dimana lama hidup “nimfa” nya terjadi dalam kurun waktu setahun terkubur di dalam tanah sebelum keluar kepermukaan tanah menjadi tonggeret muda, salah satu contoh jenisnya adalah “Neotibicen tibicen.” Kedua adalah tipe jenis tonggeret berkala (periodical cicada) dimana siklus hidup “nimfa” nya bisa bertahan dalam kurun waktu 13 hingga 17 tahun terkubur di dalam tanah sebelum keluar kepermukaan tanah menjadi tonggeret muda, salah satu contoh jenisnya “Magicicada septendecim.” Kemudian yang ketiga adalah tipe jenis tonggeret tahunan dan berkala atau kombinasi (protoperiodical cicada) dimana siklus hidup “nimfa” nya setahun terkubur di dalam tanah sebelum keluar kepermukaan tanah menjadi tonggeret muda kemudian beberapa tahun kemudian juga akan muncul kembali namun dalam jumlah yang besar secara sekaligus dan tipe tonggeret jenis ini masih terbilang langka.

Demikianlah sebagian fakta kehidupan tonggeret yang dapat kita ketahui, sungguh kehidupan mereka sangatlah luar biasa dan menakjubkan. Bagaimana tidak, diantara sekian banyak serangga yang ada di muka bumi ini hanya tonggeret yang diketahui memilik jangka waktu hidup begitu lama pada tahap “nimfa” nya yang terkubur di dalam tanah sebelum keluar menjadi tonggeret dewasa. Namun sungguh disayangkan, ketika tonggeret telah memasuki masa dewasa (imago) mereka tidak akan bertahan hidup lama sebab setelah melakukan perkawinan dan bertelur mereka akan mati secara perlahan tentunya ini terbalik dengan kehidupanya yang lama disaat masa “nimfa”. Dari perjalanan hidup tonggeret ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran berharga, bahwa selama apapun makhluk hidup di muka bumi ini hidup maka pada akhirnya akan berada pada tahap akhir dari perjalanan hidup itu sendiri yakni kematian. (Ut)

Check Also

Kecoak Raksasa

Kecoak raksasa bisa disebut pula kecoak hutan sebab kecoak jenis ini biasa hidup di hutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *